Juni 2014
Teriknya matahari membuat lelaki hampir setengah baya itu ingin menemukan tempat nyaman dan dingin demi menikmati secangkir kopi. Tibalah dia di sebuah pusat perbelanjaan. Dia masuk ke sebuah coffee shop. Setelah melepas ranselnya, dihempaskan badannya ke sebuah kursi nyaman, lalu dia memesan secangkir expresso. Sambil mengeluarkan buku jurnalnya, matanya mendadak tertuju pada satu lelaki muda di ujung ruang kafe itu. Dia mengenali lelaki muda itu. Pikirannya berputar mengingat di mana pernah bertemu. Beberapa menit kemudian dia melihat sebuah ransel berwarna merah dengan banyak tali dan badge bendera Indonesia. Ransel itu ada di sebelah kursi lelaki muda itu. Ya, dia mengingatnya sekarang. Mereka pernah bertemu disebuah pendakian. Merbabu.#continued
Teriknya matahari membuat lelaki hampir setengah baya itu ingin menemukan tempat nyaman dan dingin demi menikmati secangkir kopi. Tibalah dia di sebuah pusat perbelanjaan. Dia masuk ke sebuah coffee shop. Setelah melepas ranselnya, dihempaskan badannya ke sebuah kursi nyaman, lalu dia memesan secangkir expresso. Sambil mengeluarkan buku jurnalnya, matanya mendadak tertuju pada satu lelaki muda di ujung ruang kafe itu. Dia mengenali lelaki muda itu. Pikirannya berputar mengingat di mana pernah bertemu. Beberapa menit kemudian dia melihat sebuah ransel berwarna merah dengan banyak tali dan badge bendera Indonesia. Ransel itu ada di sebelah kursi lelaki muda itu. Ya, dia mengingatnya sekarang. Mereka pernah bertemu disebuah pendakian. Merbabu.#continued
Tidak ada komentar:
Posting Komentar