Minggu, 28 Desember 2014

chapter #18 | kuil |

Desember 2014


Di depan sebuah kuil langkah lelaki itu terhenti, ia menarik nafas panjang dan dihembusknannya perlahan, berkatalah ia dalam hati. "Ku pasrahkan saja pada semesta, kalau memang aku salah mohon tunjukkan kesalahanku, namun jika aku benar tunjukkan kebenaran itu. Jangan diam kekasihku. Lalu mengapa aku mendengar suara orang mempermasalahkan kebebasanmu. Mengapa masih mempertanyakan makna kebebasan dalam cinta kasih? Jika hakikat nya adalah 'saling'?  Aku hanya manusia biasa kekasihku. Mungkin jauh dari kata kebanggaan yang kau bayangkan, jauh juga dari harapan-harapan menjanjikan kehidupan masa depan". 

Lelaki itu bergegas ke sebuah pot tempat dupa, dia ngambil tiga batang dupa  dibakarnya dengan api lilin yang sudah menyala di sana, kemudian dijepitkan diantara dua telapak tangannya. Dengan posisi menyembah dia mengangkat dupa ke atas mukanya, setelah selesai berdoa ia menancapkan pada sebuah pot yang berisi pasir dengan ratusan dupa yang sudah menancap di sana. Lalu lelaki itu melangkahkan kakinya keluar dari gerbang kuil. Perasaanya lega.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar