Minggu, 28 Desember 2014

chapter #15 | Rem Sudah di Tekan |

Akhir November 2014

Mas memang selalu duduk di belakang setiap melakukan perjalanan bersamanya. Mas tidak pernah duduk di depan untuk memegang kemudi sepeda motor, artinya Mas tidak pernah menyetir atau mengendalikan sepeda motor itu. Banyak destinasi telah mereka tuju. Pegunungan, pantai, kota-kota kecil telah mereka jelajahi. Rasa bahagia, senang bahkan kesulitan-kesulitanpun telah mereka hadapi bersama. Kenyamanan sudah terbangun dengan sendirinya. Tiba-tiba dalam suatu perjalanan, rem ditekan, secara otomatispun sepeda motor itu berhenti mendadak di tengah jalan. Mas kaget, lalu turun dan bertanya : " Ada apa ini?". Si pemegang kemudi hanya diam. Mereka duduk di tepi jalan. Senyap.

Blackberry messenger  yang biasa mereka gunakan berkomunikasi sangat sibuk bunyinya siang itu. Sebuah percakapan teks seru terjadi.  
"Kita break dulu ya mas!".  Mas sedikit bingung dengan ini.  
"Maksudmu break?". Mas bertanya. 
"Ya, kita sementara tidak komunikasi dulu...". 
"Maksdumu?". Mas bertanya lagi. 
"Kita berhenti BBM an, WA ataupun, interkasi FB!, demi hubungan kita mas!" pintanya. "Saya takut bosan mas!". 

Mas hanya bingung.  ah... mengapa alasannya adalah Bosan? 

Tiba tiba hanya dengan alsasan ketakutan akan jenuh, bosan dan ingin istirahat lelaki muda itu ingin berhenti berkomunikasi pada awal bulan Desember nanti. Bukankah alasan "takut bosan" itu sebenarnya sudah jelas menunjukkan bahwa kebosanan sudah ada di hatinya???

Mas tidak pernah tahu sampai kapan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar