Minggu, 28 Desember 2014

chapter #12 | tertunda lagi |


akhir Oktober 2014

Kopi Gayo dibuka dari bungkusnya, dengan sendok makan butiran-butiran lembut kopi itu di pindahkannya ke dalam sebuah french press lalu diseduhnya dengan air mendidih yang baru diangkat dari kompor kecil di sebelahnya.  Tiba-tiba telepon genggamnya bergetar, tanda pesan diterimanya. Mas membuka telepon genggamnya. Sebuah pesan singkat dibacanya. 
Maaf mas, saya tidak bisa bertemu mas long week end ini, karena beberapa kawan saya meminta tolong untuk antar mereka mendaki gunung, saya merasa tidak enak untuk menolak, lagi pula sudah lama saya ingin mendaki gunung juga. maaf ya mas, semoga lain kali kita bisa bertemu di suatu tempat lagi". 
Mas hanya bisa menarik nafas panjang, menutup telepon genggamnya, entah kapan dia akan membalasnya. Kopi Gayo yang baru saja dia seduh dan saring dengan french press itu diseruputnya pelan-pelan. Sebatang rokok Jarum Super dia hisap sesekali. Dia hanya bisa mengerti dan mencoba memahami pesan-pesan singkat senada dari laki-laki muda itu. Week end itu adalah hari ulang tahun Mas.  #continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar