Saat itu mereka semua kembali satu persatu,
ya mereka satu persatu namun aku? sendiri dan satu ...
dari satu persatu hanya satu yang mengkoyak hati kota ini...
Kilometer "nol" kami biasa menghabiskan malam
dengan kacang dan musik anak jalanan.
Akhirnya hanya satu kau mengucap selamat tinggal,
ku tak berani menatap landasan di mana kau akan terbang...
Juni dan segalanya kembali yang tidak seperti semula lagi....
Hujan ini menitik berat bersama titik air matamu yang kau tahan,
karena kau beranggap sebagai lelaki kuat
dengan tanganmu memeluk erat tubuhku...
mereka sudah satu persatu kembali menginjak tanah ini,
kau belum menginjakkan kakimu sekali lagi
di kota ini ... Mr. Cairelli!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar